ASIK DI SASTRA INDONESIA
ASIK DI SASTRA INDONESIA.
Belajar Sastra belajar memanusiakan manusia.
Berbicara
mengenai sastra, selalu ada anggapan dengan orang-orang gondrong, jarang mandi,
sisi kiri, anarki, dan hanya sebuah hobi, seseorang yang tak memiliki pekerjaan
tetap. Sering banget mendengar frasa
“sastra gabut, sastra gampang, sastra nggak jelas, saya cinta kamu tapi kamunya
enggak” dan yang lain. Padahal, sastra lebih dari itu. Sastralah, yang membuat
hidup menjadi hidup. Memanusiakan manusia.
Sama saja dengan manusia dengan pilihan
masing-masing. Namun ya, bisakah manusia tidak merendahkan pilihan orang lain,
begitu lho. Atau-atau pegimane kalau kita kolab? Biar saling mengenal lalu
jatuh cinta hihihi.
Begini, merasa nggak sih karena salah satu
bentuk sastra adalah protes, jadilah sastra itu bentuk mengasah kepekaan
sosial? Melihat sekitar dengan detail. Menjadikan manusia tidak egois atas
dirinya sendiri. Menjadikan manusia tidak hanya cerdas, namun peka.
Satu pokok pikiran oleh Ahmad
Tohari, sastra lahir dari perasaan, imajinasi, pikiran. Membaca karya sastra
dapat mengembangkan daya sensitifitas dan daya pikirnya. Sastra juga
memengaruhi bagaimana tatanan masyarakat, jika hanya mengandalkan kecerdasan,
tentu saja lahirlah masyarakat yang kurang beradab.
Sastra juga berperan dalam
meningkatkan ketertarikan membaca tentunya, kan nggak semua orang bisa nikmatin
bacaan non fiksi, jadinya pribadi yang males-males-mager baca, ya, toh karya
sastra bisa suatu menjadi bacaan yang adiktif. Banyak buku bagus nan
berpengaruh dalam dunia kesusastraan baik di Indonesia maupun luar negeri.
Singkatnya, mengetahui banyak hal dengan cara yang menyenangkan.
Sastra menurut saya dari beberapa bulan berada di perkuliahan "Fakultas Sastra Indonesia" yaitu, Ilmu mempelajari bahasa dengan mengutamakan keindahan lisan dan tubuh manusia, dimana subjek yang paling menonjol adalah Manusia
SASTRA
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Teks Sastra juga tidak hanya teks yang berisikan tentang intruksi ajaran, lebih dari itu dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Karya sastra adalah ciptaan yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka.
Macam-Macam Karya Sastra
Macam-macam Karya Sastra Berdasarkan Bentuknya
Ibarat seorang chef yang bisa memasak daging kambing menjadi sate, gule, atau tongseng, sastrawan pun bisa mengolah bahasa menjadi karya sastra yang bermacam-macam. Karya satra tersebut dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu puisi, prosa, dan drama.
a. Puisi
Puisi adalah karya sastra yang bentuknya terikat oleh berbagai ketentuan. Ketentuan itu menyangkut jumlah kata, bait, larik, rima, dan irama. Contoh puisi yaitu pantun, syair, gurindam, puisi modern.
b. Prosa
Prosa adalah karya sastra yang bebas dari berbagai ketentuan. Tidak ada aturan mengenai jumlah kata, bait, baris/larik, rima, dan irama. Pengarang bebas menggunakan kata-kata dan merakitnya sesuai selera. Contoh prosa yaitu dongeng, hikayat, certita pendek (cerpen), dan novel.
c. Drama
Secara singkat drama dapat diartikan karya sastra cerita yang dipentaskan. Drama dalam karya sastra adalah naskah drama karangan sastrawan. Naskah drama isinya kebanyakan berupa dialog, yaitu percakapan antar tokoh (pelaku). Dari dialog itu dapat diketahui alurnya, watak para tokohnya, dan isi ceritanya. Namun, naskah drama mungkin akan membosankan jika hanya dibaca, karena naskah drama ditulis untuk dipentaskan atu diperagakan di panggung.
Macam-macam Karya Sastra Berdasarkan Waktu Pembuatannya
Berdasarkan kurun waktu pembuatannya, karya sastra dapat digolongkna menjadi dua, yaitu sastra lama dan sastra baru.
a. Sastra Lama
Yang termasuk sastra lama yaitu :
Puisi lama: pantun, syair, dan gurindam
Prosa lam: dongen dan hikayat
b. Sastra Baru (Modern)
Yang termasuk sastra modern yaitu:
Puisi modern: semua puisi bebas yang tidak termasuk puisi lama
Prosa modern: cerpen, novel, roman
Disadur dari Kitab Bahasa Indonesia Karya Asul Wiyanto.
Disastra belajar apa aja sih?
1. - Ini
beberapa pelajaran yang kamu masuk di Jurusan Sastra:
2. - Film
& Sastra.
3. - Pengkajian
Cerita Detektif.
4. - Romantic & Goth.
Jika
kamu bimbang lulusan Sastra Indonesia mau jadi apa?
Sebagian orang, mungkin tidak asing lagi dengan jurusan
sastra, bukan hanya dikenal sebagai seorang sastrawan tetapi juga prospek kerja
lulusan sastra cukup banyak dan bisa menjanjikan di masa depan. Jika dulu,
kalian pernah berpikir bahwa anak sastra tidak memiliki prospek kerja yang
menjanjikan, eits! Buang jauh-jauh pikiran itu sekarang, mari kita lihat
beberapa peluang kerja bagi lulusan sastra di bawah ini:
1.
PENULIS
Peluang kerja pertama bagi lulusan sastra adalah menjadi
seorang penulis. Baik itu penulis novel, cerpen, naskah drama, film, kritik,
essai dan sebagainya. Kuliah di jurusan sastra membuat kita banyak belajar
tentang menulis, contohnya saja selama masa perkuliahan biasanya mahasiswa
sastra akan belajar mengenai cara menulis kritik, essai,puisi, naskah drama.
Sehingga ketika sudah lulus, kemampuan menulis anak sastra tidak diragukan
lagi.
2.
EDITOR
Bagi lulusan sastra, tentu sudah mahir dengan ilmu
kebahasaan, seperti mempelajari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan tata
bahasa Indonesia. Nah, hal ini sangat dibutuhkan pada industri percetakan,
seperti koran, majalah, dan masih banyak lagi. Jadi, menjadi editor merupakan
salah satu prospek kerja yang menjajikan juga loh!
3.
JURNALIS
Sebagai lulusan sastra, tentu kalian sudah menguasai tata
bahasa yang baik dan benar. Dengan begitu, jurnalistik merupakan pekerjaan yang
sangat tepat. Di dalam jurnalistik terdapat beberapa posisi yang bisa kalian
pilih sesuai kemampuan kalian, seperti: menjadi reporter, wartawan, ataupun
pembawa berita.
4.
GURU
ATAU DOSEN
Bagi lulusan sastra, tidak ada halangan untuk kalian
menjadi guru ataupun dosen. Walaupun pada dasarnya lulusan sastra bukan pada
bidang keguruan, karena seorang guru ataupun dosen tidak selalu harus dari
jurusan pendidikan. Jadi,bagi lulusan sastra kalian tetap bisa kok untuk
menjadi guru ataupun dosen.
5.
PEMAIN
TEATER
Di Indonesia, pertunjukkan tetaer masih banyak
peminatnya, tidak hanya dijadikan sebagai profesi, bermain teater juga salah
satu bentuk pelestarian budaya Indonesia. Saat perkuliahan, lulusan sastra
sudah dibekali dengan seni peran. Menjadi seorang pemain tetaer merupakan
pilihan yang menarik loh!.
Wah, ternyata lulusan sastra juga bisa loh jadi artis
atau pemeran drama, karena saat kuliah, mahasiwa sastra juga belajar tentang
seni peran. Jadi, bakat seni peran lulusan sastra tidak di ragukan lagi.
.
6.
PEMANDU ACARA / MC
Nah, peluang kerja sebagai pemandu acara atau MC banyak
dibutuhkan loh, baik itu pada acara seminar ataupun pertemuan-pertemuan.
Seorang pemandu acara diharuskan memiliki kemampuan berbahasa yang baik,
sehingga dapat menarik dan interaktif saat memandu sebuah acara.
7.
SUTRADARA
Saat kuliah, lulusan sastra juga belajar mengenai
bagiamana menyelenggarakan sebuah pertunjukkan sehingga kemampuan untuk menjadi
sutradara yang baik tidak bisa dianggap main-main loh. Menjadi sutradara adalah
salah satu prospek kerja bagi lulusan sastra.
8.
BEKERJA
DI LEMBAGA PEMERTINTAHAN
Bekerja di lembaga pemerintahan merupakan salah satu
peluang bagi lulusan sastra, seperti bekerja di pusat bahasa, balai bahasa,
ataupun kesektariatan yang membutuhkan kemampuan seseorang dengan bahasa yang
baik dan benar.
bagi para lulusan sastra, sekarang sudah tidak perlu pusing lagi mau kerja apa, sudah banyak peluang pekerjaan dan tentunya ini menjajikan untuk masa depan. Jadi, sekarang kalau di tanya lulusan sastra mau jadi apa?, kalian udah tau dong jawabannya.
Sastra itu Asik, belajar bahasa dengan keindahan didalamnya, mengajarkan toleransi, belajar drama, teater film, dan lain-lain.
Sastra itu Asik, berpikir logika, komunikasi, dan indah.
Terimakasih Ya Allah Swt.


Komentar
Posting Komentar