ASIK DI SASTRA INDONESIA

 ASIK DI SASTRA INDONESIA.


"Di mana pun tidak akan ada manusia yang tangguh, yang ada hanyalah manusia yang berpura-pura tangguh." -Haruki Murakami

Belajar Sastra belajar memanusiakan manusia.


    Jujur saya kuliah masuk sastra adalah karena pilihan dari tetangga saya, yang merupakan lulusan dari Sastra Inggris di Universitas Pamulang, beliau yang menyarankan masuk ke Sastra Indonesia.

    awalnya niat kuliah ingin mengambil jurusan Psikologi, tapi ternyata tidak ada di Unpam, sempat ingin kuliah di Universitas Terbuka, tetapi rasanya aneh, hanya belajar menggunakan metode online (Daring). Tetapi memang dari-dari sejak SMK ingin kuliah di sini (Universitas Pamulang).
Pilihannya waktu itu Manajemen atau Teknik Informasi

Kenapa saya ingin masuk Manajemen? karena pada waktu itu, saya mencoba untuk prospek kedepannya, bahwa saya ingin mengajukan sebagai manajer di perusahaan yang saat itu masih bekerja.
pikir dalam hati saya "ah manajemen nih, biar bisa langsung ngajuin naik ke manager setelah lulusan nanti."

Kenapa Teknik Informasi? berpikir karena TI lumayan kedepannya untuk progres kerjanya, dan banyak peminat, pikirku waktu itu.

Setelah beberapa pilihan dan perbincangan dengan orang tua, bahwa saya ingin mengambil manajemen, dan orang tua mengiyakan hal tersebut. Namun setelah saya berbicara kepada teman sekaligus tetangga saya, bahwa saya ingin mengambil jurusan manajemen di Universitas Pamulang.

Tetapi teman saya memberi beberapa saran dan informasi, bahwa kuliah sambil kerja agak sedikit menguras hal aapapun. Disitu saya dikasih saran dua pilihan yaitu Sastra Indonesi atau Sastra Inggris.
Saya mencoba untuk mengambil Sastra Inggris, namun tetangga saya mencoba meyakinkan kembali "Inggris agak sedikit rumit, lebih baik yang Indonesianya saja, masih bagus dan tidak terlalu rumit untuk anda yang sembari bekerja" ujarnya.

dia menyarankan untuk masuk Sastra karena Sastra itu asik, dan mengalir.
akhirnya saya memilih masuk Sastra Indonesia, dan belum sempat diperbincangkan dengan orang tua dirumah.

Berbicara mengenai sastra, selalu ada anggapan dengan orang-orang gondrong, jarang mandi, sisi kiri, anarki, dan hanya sebuah hobi, seseorang yang tak memiliki pekerjaan tetap. Sering banget mendengar frasa “sastra gabut, sastra gampang, sastra nggak jelas, saya cinta kamu tapi kamunya enggak” dan yang lain. Padahal, sastra lebih dari itu. Sastralah, yang membuat hidup menjadi hidup. Memanusiakan manusia.

Sama saja dengan manusia dengan pilihan masing-masing. Namun ya, bisakah manusia tidak merendahkan pilihan orang lain, begitu lho. Atau-atau pegimane kalau kita kolab? Biar saling mengenal lalu jatuh cinta hihihi.

Begini, merasa nggak sih karena salah satu bentuk sastra adalah protes, jadilah sastra itu bentuk mengasah kepekaan sosial? Melihat sekitar dengan detail. Menjadikan manusia tidak egois atas dirinya sendiri. Menjadikan manusia tidak hanya cerdas, namun peka. 

Satu pokok pikiran oleh Ahmad Tohari, sastra lahir dari perasaan, imajinasi, pikiran. Membaca karya sastra dapat mengembangkan daya sensitifitas dan daya pikirnya. Sastra juga memengaruhi bagaimana tatanan masyarakat, jika hanya mengandalkan kecerdasan, tentu saja lahirlah masyarakat yang kurang beradab.

Sastra juga berperan dalam meningkatkan ketertarikan membaca tentunya, kan nggak semua orang bisa nikmatin bacaan non fiksi, jadinya pribadi yang males-males-mager baca, ya, toh karya sastra bisa suatu menjadi bacaan yang adiktif. Banyak buku bagus nan berpengaruh dalam dunia kesusastraan baik di Indonesia maupun luar negeri. Singkatnya, mengetahui banyak hal dengan cara yang menyenangkan.


Sastra menurut saya dari beberapa bulan berada di perkuliahan "Fakultas Sastra Indonesia" yaitu, Ilmu mempelajari bahasa dengan mengutamakan keindahan lisan dan tubuh manusia, dimana subjek yang paling menonjol adalah Manusia






SASTRA

Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Teks Sastra juga tidak hanya teks yang berisikan tentang intruksi ajaran, lebih dari itu dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.


Karya sastra adalah ciptaan yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka.


Macam-Macam Karya Sastra

Macam-macam Karya Sastra Berdasarkan Bentuknya

Ibarat seorang chef yang bisa memasak daging kambing menjadi sate, gule, atau tongseng, sastrawan pun bisa mengolah bahasa menjadi karya sastra yang bermacam-macam. Karya satra tersebut dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu puisi, prosa, dan drama.


a. Puisi

Puisi adalah karya sastra yang bentuknya terikat oleh berbagai ketentuan. Ketentuan itu menyangkut jumlah kata, bait, larik, rima, dan irama. Contoh puisi yaitu pantun, syair, gurindam, puisi modern.


b. Prosa

Prosa adalah karya sastra yang bebas dari berbagai ketentuan. Tidak ada aturan mengenai jumlah kata, bait, baris/larik, rima, dan irama. Pengarang bebas menggunakan kata-kata dan merakitnya sesuai selera. Contoh prosa yaitu dongeng, hikayat, certita pendek (cerpen), dan novel.


c. Drama

Secara singkat drama dapat diartikan karya sastra cerita yang dipentaskan. Drama dalam karya sastra adalah naskah drama karangan sastrawan. Naskah drama isinya kebanyakan berupa dialog, yaitu percakapan antar tokoh (pelaku). Dari dialog itu dapat diketahui alurnya, watak para tokohnya, dan isi ceritanya. Namun, naskah drama mungkin akan membosankan jika hanya dibaca, karena naskah drama ditulis untuk dipentaskan atu diperagakan di panggung.


Macam-macam Karya Sastra Berdasarkan Waktu Pembuatannya


Berdasarkan kurun waktu pembuatannya, karya sastra dapat digolongkna menjadi dua, yaitu sastra lama dan sastra baru.


a. Sastra Lama


Yang termasuk sastra lama yaitu :

Puisi lama: pantun, syair, dan gurindam

Prosa lam: dongen dan hikayat


b. Sastra Baru (Modern)


Yang termasuk sastra modern yaitu:

Puisi modern: semua puisi bebas yang tidak termasuk puisi lama

Prosa modern: cerpen, novel, roman


Disadur dari Kitab Bahasa Indonesia Karya Asul Wiyanto.



Disastra belajar apa aja sih?

1.    -  Ini beberapa pelajaran yang kamu masuk di Jurusan Sastra:

2.   -   Film & Sastra.

3.   -   Pengkajian Cerita Detektif.

4.   -   Romantic & Goth.


Jika kamu bimbang lulusan Sastra Indonesia mau jadi apa?

Sebagian orang, mungkin tidak asing lagi dengan jurusan sastra, bukan hanya dikenal sebagai seorang sastrawan tetapi juga prospek kerja lulusan sastra cukup banyak dan bisa menjanjikan di masa depan. Jika dulu, kalian pernah berpikir bahwa anak sastra tidak memiliki prospek kerja yang menjanjikan, eits! Buang jauh-jauh pikiran itu sekarang, mari kita lihat beberapa peluang kerja bagi lulusan sastra di bawah ini:

1.      PENULIS

Peluang kerja pertama bagi lulusan sastra adalah menjadi seorang penulis. Baik itu penulis novel, cerpen, naskah drama, film, kritik, essai dan sebagainya. Kuliah di jurusan sastra membuat kita banyak belajar tentang menulis, contohnya saja selama masa perkuliahan biasanya mahasiswa sastra akan belajar mengenai cara menulis kritik, essai,puisi, naskah drama. Sehingga ketika sudah lulus, kemampuan menulis anak sastra tidak diragukan lagi.

 

2.      EDITOR

Bagi lulusan sastra, tentu sudah mahir dengan ilmu kebahasaan, seperti mempelajari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan tata bahasa Indonesia. Nah, hal ini sangat dibutuhkan pada industri percetakan, seperti koran, majalah, dan masih banyak lagi. Jadi, menjadi editor merupakan salah satu prospek kerja yang menjajikan juga loh!

 

3.      JURNALIS

Sebagai lulusan sastra, tentu kalian sudah menguasai tata bahasa yang baik dan benar. Dengan begitu, jurnalistik merupakan pekerjaan yang sangat tepat. Di dalam jurnalistik terdapat beberapa posisi yang bisa kalian pilih sesuai kemampuan kalian, seperti: menjadi reporter, wartawan, ataupun pembawa berita.

4.      GURU ATAU DOSEN

Bagi lulusan sastra, tidak ada halangan untuk kalian menjadi guru ataupun dosen. Walaupun pada dasarnya lulusan sastra bukan pada bidang keguruan, karena seorang guru ataupun dosen tidak selalu harus dari jurusan pendidikan. Jadi,bagi lulusan sastra kalian tetap bisa kok untuk menjadi guru ataupun dosen.

 

5.      PEMAIN TEATER

Di Indonesia, pertunjukkan tetaer masih banyak peminatnya, tidak hanya dijadikan sebagai profesi, bermain teater juga salah satu bentuk pelestarian budaya Indonesia. Saat perkuliahan, lulusan sastra sudah dibekali dengan seni peran. Menjadi seorang pemain tetaer merupakan pilihan yang menarik loh!.

 

Wah, ternyata lulusan sastra juga bisa loh jadi artis atau pemeran drama, karena saat kuliah, mahasiwa sastra juga belajar tentang seni peran. Jadi, bakat seni peran lulusan sastra tidak di ragukan lagi.

.

6.       PEMANDU ACARA / MC

Nah, peluang kerja sebagai pemandu acara atau MC banyak dibutuhkan loh, baik itu pada acara seminar ataupun pertemuan-pertemuan. Seorang pemandu acara diharuskan memiliki kemampuan berbahasa yang baik, sehingga dapat menarik dan interaktif saat memandu sebuah acara.

 

7.      SUTRADARA

Saat kuliah, lulusan sastra juga belajar mengenai bagiamana menyelenggarakan sebuah pertunjukkan sehingga kemampuan untuk menjadi sutradara yang baik tidak bisa dianggap main-main loh. Menjadi sutradara adalah salah satu prospek kerja bagi lulusan sastra.

 

8.      BEKERJA DI LEMBAGA PEMERTINTAHAN

Bekerja di lembaga pemerintahan merupakan salah satu peluang bagi lulusan sastra, seperti bekerja di pusat bahasa, balai bahasa, ataupun kesektariatan yang membutuhkan kemampuan seseorang dengan bahasa yang baik dan benar.


bagi para lulusan sastra, sekarang sudah tidak perlu pusing lagi mau kerja apa, sudah banyak peluang pekerjaan dan  tentunya ini menjajikan untuk masa depan. Jadi, sekarang kalau di tanya lulusan sastra mau jadi apa?, kalian udah tau dong jawabannya.


Sastra itu Asik, belajar bahasa dengan keindahan didalamnya, mengajarkan toleransi, belajar drama, teater film, dan lain-lain.

Sastra itu Asik, berpikir logika, komunikasi, dan indah.


Terimakasih Ya Allah Swt.


Komentar